Diam

Oleh Mustafa Mura

Ya, cuma diam yang kuhadirkan
dulu
sekarang
mungkin juga untuk batas waktu seratus tahun kedepan
sampai kau berubah, atau punah tertelan nafsumu
aku, ya aku
jangan kau ukur dengan kelihaianmu menyulap kata
atau propaganda tanpa makna
aku, bukan kelasmu
bukan kelas sampah (more…)

Tagged with:
 

Catatan lengang malam

oleh Mustafa Mura

Senja diam-diam pamit
langit masih meneteskan air mata
malam pelan-pelan menelan merah luka bumi nestapa
sunyi
lengang
gembala masih menangisi domba satu-satunya yang hilang
tapi jauh dijarak tak tertempuh
ada gemerlap pesta dansa
“hmm, lembur lagi”, gumam sang malaikat
pencatat dosa (more…)

Tagged with: