oleh Mustafa Mura
Senja diam-diam pamit
langit masih meneteskan air mata
malam pelan-pelan menelan merah luka bumi nestapa
sunyi
lengang
gembala masih menangisi domba satu-satunya yang hilang
tapi jauh dijarak tak tertempuh
ada gemerlap pesta dansa
“hmm, lembur lagi”, gumam sang malaikat
pencatat dosa (more…)

