Dingin ini membunuhku men

Hari ini, kamis 7 Januari 2010 saya berencana menyelesaikan tulisan  tentang perjalanan ke kota stockholm, Swedia, yang saya kunjungi sekitar tiga minggu yang lalu.  Tulisan tersebut tujuannya untuk postingan blog yang anda baca ini dan akan saya kirimkan ke Website Word Acehnese Organization (WAA), organisasi masyarakat Aceh seluruh dunia yang berpusat di Denmark, Tarmizi Age yang sering dipanggil Almukarram sebagai koordinator WWA telah beberapa kali meminta agar saya mengirimkan tulisan baru, sebagai orang yang tidak bisa  menulis ini tentu tawaran yang sangat menyenangkan.

Namun apa daya dari pagi sampai sore saya tidak mampu menulis apapun, tidak mampu duduk dan berpikir tenang, ada situasi yang membuat saya gelisah, ketika duduk untuk mengetik saya merasakan seluruh kaki menjadi dingin begitu juga dengan jari-jari tangan, padahal saya memakai celana stilong yang saya lapisi dengan celanan jeans serta memakai kaos kaki tebal,  kegelisahan ini membuat saya tidak betah duduk, lama kelamaan saya juga merasakan seluruh badan menjadi dingin, padahal saya juga sudah memakai baju kaus dan sweter tebal.

Winter memang tidak menyenangkan bagi saya, dulu ketika belum tiba di Eropa saya membayangkan indahnya melewati musim winter karena kita bisa melihat salju turun, berjalan diatas salju, merasakan dinginnya, mengeluarkan asap ketika bernafas serta bisa bermain ski, sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita rasakan dan lakukan di indonesia, namun ketika mengalami winter di Norwegia, saya merasakan dua musim di  indonesia terlalu nyaman jika dibandingkan dengan winter di  negara bersalju.

Kemarin, sepulang dari perjalanan liburan sekaligus silaturahmi dengan masyarakat Aceh di kota stavanger, salah satu kota besar di Norwegia yang yang menjadi tempat tinggal sekitar 300 warga Aceh, laptop saya mengalami masalah, tidak bisa di hubungkan dengan internet, situasi ini benar – benar  tidak menyenangkan  karena tinggal di Norwegia yang jauh dari keluarga, teman, serta warung kopi. laptop menjadi alat untuk mengatasi banyak hal. Browser berita, komunikasi dan banyak hal lain untuk mengatasi suntuk yang sering datang apalagi dimusim dingin seperti ini, dimana kita tidak sanggup keluar untuk jalan- jalan.

Akhirnya saya berjuang melawan dingin minus 22 derajat celcius, keluar menuju kampus untuk minta bantuan pada teknisi kampus tempat saya kuliah, Hedmark university, sepanjang perjalanan dengan mengandalkan kemampuan jalan kaki diatas jalan yang licin karena bersalju,  saya merasakan dingin yang amat sangat, pipi terasa perih dan berwarna merah, ingus terus menerus keluar padahal saya telah berpakain lengkap standar winter. perjuangan saya tidak sia – sia  Allhamdulillah laptop saya kembali oke tanpa bayar. Kalau dibawa ke toko, mereka akan meminta bayaran sebanyak waktu yang mereka habiskan untuk memperbaiki barang kita.

Namun hari ini, rasa dingin yang menggigit  itu juga saya rasakan di dalam kamar saya sendiri, tempat tidur sekaligus belajar, saya mencoba memeriksa pemanas ruangan, ternyata pemanas bekerja dengan baik dan saya telah mengatur dengan suhu pemanas paling tinggi, sekarang memang lagi musim winter namun saya tidak pernah merasa menggigil ketika berada di dalam kamar  sendiri, selain ada pemanas saya juga memakai baju  dan kaus kaki tebal. Akhirnya saya mencoba mencari di internet, berapa derajat suhu hari ini dikota Hamar, tempat saya tinggal yang satu jam perjalanan kereta api dari Oslo ibu kota Norwegia dan Masya Allah rupanya suhu hari ini minus 34 derajat celsius,  pantas dari pagi sampai sore saya terus kedinginan di kamar. Sungguh dingin ini membunuhku.

Tagged with:
 

10 Responses to “Dingin ini membunuhku men”

  1. Safriadi Usman says:

    Mencapai cita bukan mudah
    Adakala, onak & duri melintang
    Perit dihadapan mu.
    Adakalanya, pahit getir menyiksa hatimu
    Pun begitu, harus kau laluinya…
    Dengan semangat kental & hati yang tegar.

    Putus asa jangan sekali
    Apa jua halangan dihadapanmu, lalui saja
    Karena walau perit, walau sakit
    Semangat mu turut perkasa.

    Kiranya setelah puas berusaha
    Impian hatimu belum dapat kau capai

    Pulanglah…
    Pulanglah ke jalan yang kau kenal
    Ke bumi asal mu

    Wassalam

  2. muliya says:

    askum,,,!!!!

    q suka gaya Mu….
    hidup mu ,,, kisah juang u itu milik mu
    pa yg da pd u saat ne tu lah anugrah trindah dari NYA
    yg ga smua org bs gapai,,

    tp,,, di balik smua keindahan itu
    trsimpan amanah yg bgtu besar
    mhnlahhh petunjuNYA
    di stiap detak jantung
    setiap hembusan nafas
    setiap detik hidup mu

    krn semua akn kembali padaNYa

    Wassslammm

  3. Novri M says:

    Subhanallah,….Komandan.
    Indah-a winter terbayang ketika d negri sendiri, namun pada saat kita telah tiba di dunia winter yang asli kita mengalami kedinginan itu. Kami (KSR PMI Unit 01 USK) selalu mendo’a kanmu kak
    :-) . mudah2an kami juga bisa menyusul mu . Salam Kemanusaiaan.
    Selamat berjuang ……!

  4. kurnia septa says:

    di sini kok gak ada salju ya????? tukeran link yuk :D

  5. Tawaran yang menarik. mari kita tukaran link

  6. baroena says:

    don’t worry Allah always with you brother…

  7. I had to refresh the page 2 times to view this page for some reason, however, the information on here was worth the wait. I loved that it is also really easy to read for the eyes.

  8. Weyman says:

    Shame on you for creating another terrific post! Awesome stuff, keep up the good work. I see a lot of potential! I wonder if you are an active user with any social networking sites like Digg or Stumble Upon?

  9. Herman Milks says:

    I like the layout of your blog and I’m going to do the same thing for mine. Do you have any tips? Please PM ME on yahoo @ AmandaLovesYou702 6 7 7

  10. Yu Reynaud says:

    YES! Great piece, keep up the terrific work. This is the type of information that should gain recognition for it’s craft. More writers should learn from you. This is right on the money.

Leave a Reply