Hepatitis
Hepatitis virus merupakan infeksi sitemik oleh virus disertai nekrosis dan inflamasi pada sel – sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis , biokimia serta seluler yang khas
Sampai saat ini sudah terindentifikasi lima tipe hepatitis virus yang pasti yaitu : hepatitis virus A, B, C, D dan E
Penyakit ini penting karena mudah ditularkan dan mempunyai morbiditas yang tinggi
Hepatitis B
Penularan melalui darah
Virus tersebut pernah di temukan dalam darah, saliva, semen serta sekret vagina.
Individu yang beresiko mengalami hepatitis B adalah dokter bedah, pekerja laboratorium klinik, dokter gigi, perawat, staf hemodialisa serta onkologi serta laki –laki seksual atau biseksual.
Pengkajian dan manifestasi klinis
Inkubasinya antara 1 – 6 bulan
Angka mortalitas 1 – 10 %
Gejalanya dapat samar dan bervariasi
Penurunan selera makan, dispepsia, nyeri abdomen, pegal – pegal yang menyeluruh, tidak enak badan dan lemah
Gejala ikterus dapat terlihat atau kadang – kadang tidak terlihat
Bila terjadi ikterus , gejala ini akan disertai dengan tinja berwarna cerah dan urin berwarna gelap
Hati bisa membesar dan menimbulkan nyeri tekan
Limfa membesar pada sebagian pasien
Penatalaksanaan
Pemberian interferon
Tirah baring sampai gejala hepatitis reda selanjutnya aktivitas pasien dibatasi sampai pembesaran hati, bilirubin dan enzim normal kembali
Nutrisi yang adekuat, asupan lemak dan protein di kurangi jika kemampuan metabolisme hati menurun
Masa pemulihan dapat berlangsung lama, pemulihan gejala yang lengkap kadang membutuhkan waktu 3 atau 4 bulan atau lebih lama lagi
Prognosis
Mortalitas hepatitis B sekitar 10%
10 % lainnya akan berkembang menjadi hepatitis karier atau mengalami hepatitis kronis
Hepatitis B merupakan penyebab utama sirosis dan karsinoma hepatoseluler di seluruh dunia
Pengendalian dan pencegahan
Tujuan pencegahan
Memutuskan rantai penularan
Melindungi individu yang beresiko tinggi melalui imunisasi aktif vaksin hepatitis B
Imunisasi fasif bagi individu yang tidak terlindung namun terpajan virus hepatitis B
Pencegahan penularan
Skrining yang kontinue akan adanya HBsAG terhadap donor darah
Penggunaan jarum suntuk dan spuit sekali pakai
Menjaga hiegien perorangan
Pemberian imunisasi aktif atau pasif

