Dari Edensor ke Sansiro

Pertengahan tahun 2007, telepon saya berdering, sohib saya, Irwan Saputra, yang sedang kuliah di Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, mengabarkan bahwa dirinya sudah berada di Banda Aceh, Liburan semester, dan mengajak saya untuk bertemu dan menikmati sore bareng di salah satu kafe di Banda Aceh.

” Men, kamu harus baca buku ini.”, katanya sambil menyodorkan buku yang disampulnya tertulis laskar pelangi.

” Apa hebatnya buku ini ? ” tanya saya sambil membuka-buka buku tersebut, sejatinya saya memang tidak suka baca novel dan lebih senang membaca cerita pendek.

” Hebat banget, buku ini memoar dari penulis sendiri, namanya Andrea Hirata, dia anak miskin dari pulau belitung, ayahnya  buruh perusahan timah dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa di salah satu desa terpencil pulau belitung provinsi Bangka Belitung, tapi dia berjuang keras sampai akhirnya bisa melanjutkan kuliah masternya di Universitas Sorbon Perancis, berkat beasiswa dari Uni Eropa. Buku ini lagi heboh-hebohnya di Jakarta. Buku dan penulisnya juga sudah pernah di tampilkan di program acara Kick Andi, Metro TV,  karena buku ini telah memberi inspirasi pada banyak orang, semoga kita juga terinspirasi “.  kawan saya memberi penjelasan singkat dengan mimik serius.

kemudian dia melanjutkan

” Buku ini ada empat, tapi yang sudah di terbitkan baru tiga, laskar pelangi, sang pemimpi dan edensor, buku yang keempat maryamah karpov belum di terbitkan, tapi kamu harus baca secara berurutan karena ceritanya bersambung”.

Itu kali pertama saya kenal dengan tetralogi novel karya Andrea Hirata di pertenganhan tahun 2007, Penjelasan singkat dari kawan membuat saya tertarik untuk memulai membaca buku ini yang bergenre novel , sesuatu yang jarang saya lakukan sebelumnya. Tidak lama kemudian  saya tahu pasti, buku ini memang best seller dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh Nasional terutama orang – orang yang terlibat dalam dunia pendidikan.

Pulau belitung menjadi terkenal karena banyak media baik cetak maupun elektronik memberitakan novel tersebut, bahkan salah satu stasiun televisi mengirim reporternya ke belitung untuk mencari dan mewawancarai tokoh – tokoh yang ada di dalam buku laskar pelangi.

lebih hebat lagi kisah laskar pelangi di filmkan dan semua tokoh laskar pelanginya di mainkan oleh anak-anak asli pulau belitung dan sukses besar sehingga di ikuti dengan pembuatan sekuelnya, sang pemimpi, yang juga menuai sukses.

Pada saat membaca laskar pelangi, sejujurnya saya selalu melewati (tanpa membaca) pembukaan tiap bab karena Andrea memberi penggambaran terhadap sesuatu secara ilmiah yang memusingkan (menurut saya), tapi saya sangat tertarik dengan penggambaran rasa hormat murid-murid terhadap gurunya dan perjuangan lintang, anak miskin  piatu tapi cerdas yang berjuang keras agar bisa sekolah dan akhirnya harus menyerah pada keadaan ketika ayahnya meninggal dunia (cerita seperti nasib lintang  ini pasti masih banyak di Aceh).

Buku kedua, sang pemimpi, lebih menarik, karena Andrea menghadirkan tokoh Muhammad Arai, sepupu jauh yang diangkat anak oleh orang tua ikal (tokoh Andrea Hirata dalam novel) setelah kedua orang tua Arai meninggal dunia.

Arai, orang yang selalu bisa menikamati hidup dalam situasi dan kondisi apapun serta dimanapun, tidak perduli sedang di hukum oleh guru sekalipun atau masalah besar lainnya dia tetap menikmati suasana itu, menatap hidup penuh dengan optimisme. Bagi Arai bahagia tidak perlu di tunggu kedatanganya tapi kita yang harus selalu menghadirkan kebahagiaan itu.

“Bermimpilah karena Allah akan memeluk mimpi-mimpimu, orang seperti kita akan mati tanpa mimpi”.  Itu kata – kata dasyat yang di ucapkan oleh Arai, ketika mereka bersekolah di SMA Manggar pulau Belitung. Pagi sekolah dan sore jadi kuli pasar. Kata – kata ini yang membuat mereka tetap bermimpi agar bisa sekolah ke Eropa.

Buku ketiga, edensor, saya menamatkan buku ini dalam waktu dua malam. Saya telah memmbacanya berulang – ulang sampai saya tidak ingat sudah berapa kali membacanya, yang pasti jumlahnya lebih banyak dari jumlah jari dikedua tangan saya. Buku ini benar – benar membakar semangat  dan membuat saya juga memberanikan diri untuk bermimpi , suatu ketika bisa melanjutkan kuliah  dan menjelajahi Eropa sebagai backpakker.

Edensor ini menceritakan perjuangan dan pengalaman Andrea dan Arai ketika kuliah di universitas Sorbon, Perancis. lengkap dengan kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat Eropa. Yang paling seru adalah mereka menggunakan waktu liburan  untuk menjelajahi Eropa sampai Afrika dengan menjadi seniman jalanan.

Buku ke empat maryamah karpov, bagi saya buku ini tidak terlalu menarik lagi karena klimaknya sudah terjadi di edensor.

Andrea Hirata dan tetralogi laskar pelanginya telah mengajarkan banyak hal pada kita. Berani bermimpi, berharap dan berjuang mewujutkannya, tidak mudah menyerah terhadap keadaan, lebih banyak berbuat dan bekerja daripada mengomentari hasil kerja orang lain. hidup ini hanya persoalan tiga hal, usaha, doa dan takdir.

Bung Andrea, terima kasih inspirasinya, mimpi untuk sekolah di Eropa telah diwujudkan oleh Allah kepada saya. sekarang tinggal mewujudkan mimpi jadi backpakker,  tapi maaf bung Andrea, saya tidak bermimpi tentang Edensor di Inggris, mimpi saya sekarang adalah AC Milan dan Sansiro di Italia.

http://www.waa-aceh.org/2010/01/belajar-dari-laskar-pelangi/

Tagged with:
 

24 Responses to “Dari Edensor ke Sansiro”

  1. Aulia says:

    trilogi dengan berbagai liku dari andrea hirata memang menajamkan minat penggemarnya untuk menyimak buku tersebut bahkan sampai ke layar lebar, ada banyak hal yang bisa membuat kita lebih mengenal hidup ini.

  2. irian says:

    article yang bagus pak… mungkin trilogi laskar pelangi merupakan sebuah harapan dan cerita dari salah satu tempat yang ada di Indonesia.. namun bagaimana dengan Aceh.. mugnkin kita bisa memulai menulisnya

  3. stock picks says:

    stock picks…

    [...] How to pick stocks like warren buffet for the beginner [...]…

  4. lose weight fast…

    [...] Find out how to lose your weight in a healthier way [...]…

  5. lose weight fast…

    [...] Sometimes losing weight can be performed in a dangerous way [...]…

  6. how to get back with your ex girlfriend…

    This is one of my favorite articles all week….

  7. how to get girlfriend back…

    Oh yeah, I totally agree with this post 100%…

  8. best way to lose weight…

    Excellent article, I can see you put a lot of thought into this…

  9. Yusef says:

    Yusef…

    Gotta say, mighty fine article…

  10. Mr Sparkle says:

    Mr Sparkle…

    Superb article, great writing style, content, and blog theme….

  11. The Record says:

    The Record…

    I think you write superbly, wish I could write this well. Thanks….

  12. Layer says:

    Layer…

    I have to agree with this post, well said….

  13. Charlie Brown…

    Excellent post, you could almost quote this…

  14. Twizzle says:

    Twizzle…

    Excellent content, great read…

  15. Evenlope says:

    Evenlope…

    Superb post, 10 out of 10 from me…

  16. The Fishman says:

    The Fishman…

    This reminds me of another post, both were really good….

  17. best email marketing…

    Sweet, really great article…

  18. Richard says:

    Richard…

    This is probably my favorite post on your site. nice….

  19. Stephen says:

    Stephen…

    This is one of your best posts, I gotta get to sleep now though…

  20. Assad says:

    Assad…

    Really nice article…

  21. Samantha says:

    Samantha…

    Thanks for the great post…

  22. Iain says:

    Iain…

    Excellent, I’m reading this even though I can barely keep my eyes open. Superb….

  23. Mustafa Mura says:

    Berapa ongkos ke san siero? Biar kami nabung dulu….
    Pajan woe u gampong?

Leave a Reply